Hebat!
Seorang penulis dari benua Afrika mulai menyentuh promosi dan self publishing
setelah menerbitkan buku terbarunya, Longhorn. Upaya dari penulis bernama, Kinyanjui
Kombani ini menjadi babak baru perkembangan self publishing di negara tersebut.
Aleya
Kassam dalam tulisannya bertajuk ‘East
African Writers Embrace Self-publishing and Promotion’ dalam laman publishingperspectives.com (8/9)
menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Kinyanjui Kombani tersebut merupakan bentuk
merangkul ide branding dan mengambil kendali karir mereka.
Menurut
Aleya, yang juga Managing Director IPR License, Kinyanjui Kombani, memulai pada
kampanye sendiri yang agresif dengan pemasaran melalui media sosial, mengatur
pembacaan buku sebelum melakukan penjualan di toko buku. Kombani memberikan
buku-buku tersebut, kepada pembaca di Nairobi. Pendekatan pro aktif dan agresif,
berdampak terhadap penjualan buku.
Self
publishing adalah mengumpulkan momentum. Semakin banyak orang yang melakukan self
publishing, khususnya di genre puisi dan fiksi pendek, maka kesempatan tersebut
akan memberikan keuntungan dari jaringan mereka sendiri, disamping kekuatan promosi
di media sosial.
Dengan
self publishing, penulis juga bisa memanfaatkan ruang online. Dulu, satu-satunya
cara bisa membaca buku ketika buku sudah diterbitkan. Kini, dengan banyaknya
penulis yang memiliki blog atau majalah secara online, mereka memiliki hubungan
dengan pembaca dari seluruh dunia.
Sementara
itu, dikutip dari websitenya www.kinyanjuikombani.com,
Kinyanjui Kombani adalah seorang penulis kreatif, bankir, fasilitator, dan pengusaha
yang memenangkan penghargaan dan bisnis mentor yang berbasis di Nairobi, Kenya.
Novelnya
'The Villains terakhir dari Molo', berlatar
cerita bentrokan menghasut etnis di Molo, Kenya, adalah teks studi di tingkat
sarjana di universitas-universitas di Kenya & Jerman.
Kinyanjui
adalah lulusan dari Universitas Kenyatta, Kenya. Ia mengasah keahliannya dalam
teater dan menulis kreatif. Ia juga, adalah anggota dewan dari Mentor
Bisnis Asosiasi Profesional Kenya dan merupakan perwakilan Kenya di Altrusa International,
sebuah organisasi layanan internasional yang mengkhususkan diri dalam kebutuhan
masyarakat melek huruf, lingkungan dan AIDS / HIV.
Selama
6 tahun terakhir, Kinyanjui telah terlibat dalam sebuah proyek untuk
meningkatkan standar pendidikan Molo Academy. Setiap tahun, di bawah 'Friends of Molo Academy' ia mengatur Top Performers Luncheon di sebuah
hotel bintang 5.
Apa
yang dilakukan oleh Kinyanjui Kombani bisa menjadi pelajaran berharga bagi
penulis dan self publishing Indonesia. Kuncinya, hanya keberanian untuk memulai melakukan hal
baru yang mungkin melelahkan. Dengan banyaknya media promosi seperti facebook,
twitter, google plus dan jejaring sosial lainnya, maka seorang penulis dewasa
ini tidak akan kesulitan untuk menerbitkan buku.
No comments:
Post a Comment