Saat
seorang penulis buku merasakan frustasi dengan penolakan naskah, saat ini
banyak waktu yang lebih mudah dan murah untuk mempublikasikan diri. Dengan
banyaknya platform yang menawarkan self publishing secara gratis, adalah pintu
gerbang bagi penulis memiliki karya buku.
Menurut
Kirsti Knolle dan Georgina Prodhan dalam artikelnya di reuters.com, (13/10), sejumlah
platform self publishing gratis yang ditawarkan oleh Amazon, Apple dan Smashwords
telah menciptakan peluang pasar baru yang besar bagi calon penulis.
Hadir
sebagai demokratisasi pasar, self publishing telah mengubah arti menjadi
seorang penulis. Cukup dengan mengupload file PDF dan membuat desain sampul,
bisa mengubah siapa pun menjadi seorang penulis yang diterbitkan dalam ebook.
Hal
ini tentu tidak akan mengubah peran penerbitan tradisional—menerbitkan buku dalam versi cetak—untuk
memilih naskah, mengedit, memasarkan dan mendistribusikan buku. Penerbit tidak
terlalu khawatir, meskipun self publishing dapat bekerja untuk keuntungan
mereka. (Baca : Penulis Afrika yang Satu Ini Rangkul Self Publishing)
E.L. James dengan karyanya "Fifty Shades of Grey" adalah contoh penulis yang menerbitkan buku sendiri. Sampai, Random House yang menerbitkan buku James, memperoleh predikat penjualan tercepat sepanjang masa. Dan James pun menduduki puncak penulis berpenghasilan tertinggi pada 2013 versi forbes.
Beberapa
penulis yang menerbitkan buku sendiri, akan melihat berbagai jenis keberhasilan. Tentu saja itu
berlaku bagi mereka yang aktif mempromosikan karyanya dengan harga buku mereka sebesar
99 sen dapat menembus ke khalayak massa.
Menurut
Edward Nawotka, Editor in Chief dari Majalah Penerbitan Online Perspektif, banyak
buku yang diterbitkan sendiri, sementara mereka tidak sampai ke standar yang
ditetapkan penerbit.
STIGMA
Hampir
setengah juta judul buku yang diterbitkan sendiri tahun 2013 di Amerika, meningkat
dari 17 persen sejak tahun 2008. Bahkan, perusahaan informasi bibliografi
Bowker menulis dalam sebuah laporannya pekan lalu sebagai berikut:
"Self publishing mulai matang. Hal ini berkembang dari kepanikan menuju ruang dan gaya bisnis yang lebih serius, kata Barblan, Kepala Departemen Bowker.
Mark
Coker, yang mendirikan Smashwords, awalnya penulis novel yang menerbitkan
sendiri dan pernah mengalami penolakan oleh penerbit. Sekarang, ia sudah membantu
hampir 100.000 penulis.
Nah,
bagaimana agar self publishing bisa memberikan keuntungan? Perlu tekad dan kerja
keras serta memiliki naluri bisnis. Penulis fiksi Jerman Ina Koerner misalkan, telah
menjual lebih dari 300.000 buku melalui Amazon.
"Anda harus memberikan sebuah buku setiap setengah tahun. Jika tidak Anda akan dilupakan. Saya menulis untuk pasar dan buku ini adalah produk," kata Ina Koerner kepada Reuters di Frankfurt Book Fair.
Ina
Koerner, yang dilatih sebagai seorang bankir, pernah ditolak oleh 15 penerbit
sebelum mengambil keputusan untuk menerbitkan sendiri. Dengan menggunakan
jejaring sosial facebook, setiap hari ia berhubungan dengan 2.500 fan dan memposting
di blog minimal satu sekali dalam sebulan.
Koerner
menghargai buku-bukunya sebesar $ 3,79. Ia menghasilkan 2 Euro untuk dirinya
sendiri dan sisanya bagi dengan Amazon sebesar 99 sen.
Selain
Ina Koerner, juga ada Penelope Ward yang menerbitkan buku sendiri bergenre remaja
romantis ""Stepbrother Dearest"", mengenyam debut nomor 2 pada daftar buku
terlaris ebook pekan lalu dengan harga $ 2,99, dibandingkan dengan harga
rata-rata $ 7,74 untuk 25 judul buku top.
Popularitas
semacam ini, telah memberikan kontribusi
terhadap penurunan jejak seperti Harlequin dan telah memiliki dampak minimal
pada sisa industri, yang hampir tidak bisa menutupi biaya tersebut dengan harga
yang dikenakan.
"Kami
percaya peningkatan pesat dari self-publishing lebih aditif dari kanibalisme,
dan akan menghasilkan beberapa hits, “kata analis Douglas McCabe
No comments:
Post a Comment